Gubernur Jawa Timur Resmikan 10.550 Panel Surya, Dorong Pemanfaatan EBT

0
245

Seputarenergi – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, meresmikan 10.550 panel surya yang dimiliki oleh PT HM Sampoerna Tbk. di Pasuruan, Jawa Timur, pada Jumat (1/12/2023). Panel surya ini merupakan bagian dari komitmen Sampoerna untuk keberlanjutan di bawah program “Sampoerna Untuk Indonesia.”

Dengan kapasitas listrik sebesar 7 Megawatt peak (MWp), panel surya tersebut setara dengan listrik yang dibutuhkan oleh lebih dari 12.000 rumah.

“Alhamdulillah, 10.550 panel surya sudah diluncurkan sebagai bagian dari komitmen PT HM Sampoerna untuk menguatkan renewable energy di basis perusahaan PT HM Sampoerna,” kata Gubernur Khofifah seperti dilansir Antara.

Gubernur Khofifah berharap inisiatif yang dilakukan oleh PT HM Sampoerna dapat menjadi referensi bagi perusahaan lain untuk beralih dari energi berbasis fosil ke energi baru terbarukan (EBT).

“Pemanfaatan solar panel untuk kebutuhan industri adalah bentuk implementasi nyata dalam mewujudkan peningkatan pemanfaatan EBT, penurunan emisi gas rumah kaca, dan pencapaian target bauran energi di Jawa Timur,” katanya.

Khofifah juga menekankan pentingnya menjaga Jawa Timur sebagai lumbung energi nasional untuk mendukung pertumbuhan ekonomi di wilayah tersebut. Potensi energi baru terbarukan di Jawa Timur, khususnya energi matahari, dianggap sebagai aset daerah yang harus dikelola dengan baik.

“Jawa Timur sebagai lumbung energi nasional harus tetap dipertahankan, untuk mendukung pertumbuhan ekonomi di Jawa Timur. Potensi sumberdaya energi baru terbarukan Jawa Timur khususnya potensi energi matahari sebagai Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) sebesar 176.390 MW (Mega Watt) merupakan aset daerah yang harus dikelola dengan baik melalui perencanaan yang tepat,” ujar Gubernur Khofifah.

Dia juga mengapresiasi langkah PT HM Sampoerna dalam menerapkan energi ramah lingkungan, menyatakan, “Terima kasih komitmen yang luar biasa bersama-sama menuju blue energy. Saat ini kita baru menuju green energy, green economy. Setelah itu kita bersama-sama akan berproses menuju blue economy, blue energy.”

Sebelumnya, Sampoerna telah menggunakan sumber energi ramah lingkungan bagi fasilitas produksinya di Surabaya, Malang, dan Karawang sejak 2017. Inisiatif ini merupakan bagian dari upaya Sampoerna untuk mencapai target karbon netral di seluruh fasilitas produksinya pada 2025 dan sejalan dengan prioritas pemerintah Indonesia dalam mewujudkan transformasi ekonomi hijau.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here