Dirut Pertamina: RDMP Balikpapan Jadi Tonggak Sejarah Menuju Swasembada Energi Nasional

0
33
dirut pertamina

Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Simon Aloysius Mantiri menegaskan bahwa proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Kilang Balikpapan merupakan wujud nyata ikhtiar panjang bangsa Indonesia dalam memperkuat kemandirian dan ketahanan energi nasional.

Simon menyampaikan bahwa RDMP Balikpapan dirancang sebagai proyek energi terintegrasi dari hulu hingga hilir. Infrastruktur utama proyek ini diawali dengan pembangunan pipa Senipah sepanjang 78 kilometer yang berfungsi sebagai jalur pasokan bahan baku minyak mentah menuju kilang.

“RDMP ini adalah proyek terintegrasi antara hulu dan hilir. Kita mulai dari pipa Senipah sepanjang 78 kilometer sebagai pasokan bahan baku menuju kilang,” ujar Simon saat peresmian RDMP Kilang Balikpapan, Senin (12/1).

Ia menjelaskan bahwa jantung dari proyek RDMP Balikpapan adalah fasilitas Residual Fluid Catalytic Cracking (RFCC). Teknologi ini memungkinkan residu minyak yang sebelumnya tidak dapat dimanfaatkan secara optimal untuk dikonversi menjadi produk bernilai tambah yang lebih tinggi dan bermanfaat bagi kebutuhan energi nasional.

Dengan beroperasinya RDMP, kapasitas produksi Kilang Balikpapan meningkat signifikan dari sebelumnya 260 ribu barel per hari menjadi 360 ribu barel per hari. Selain peningkatan kapasitas, kualitas produk BBM yang dihasilkan juga meningkat dan telah memenuhi standar Euro 5, yang lebih ramah lingkungan dan menghasilkan emisi lebih rendah.

“Peningkatan ini bukan hanya soal kapasitas, tetapi juga kualitas yang lebih baik dan lebih ramah lingkungan,” tegas Simon.

RDMP Balikpapan juga terintegrasi dengan Terminal BBM Tanjung Batu berkapasitas 125 ribu kiloliter. Terminal ini diproyeksikan menjadi simpul strategis distribusi energi, khususnya untuk memenuhi kebutuhan BBM di wilayah Indonesia bagian timur.

Selain itu, Pertamina turut membangun terminal tangki penyimpanan minyak mentah di Lawe-lawe dengan kapasitas tambahan mencapai 2 juta barel, terdiri dari dua tangki masing-masing berkapasitas 1 juta barel. Dengan penambahan tersebut, total kapasitas penyimpanan minyak mentah di kawasan Lawe-lawe kini mencapai sekitar 7,6 juta barel.

Simon menegaskan bahwa selesainya proyek RDMP Balikpapan menjadi tonggak sejarah penting bagi Indonesia dalam memperkuat kedaulatan energi.

“Ini adalah wujud ikhtiar panjang kita sebagai bangsa untuk berdiri di atas kaki sendiri, menentukan nasib kita sendiri, dan menuju salah satu cita-cita besar, yakni swasembada energi,” pungkasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here