Indonesia Rencanakan Penambahan Kapasitas Pembangkit Listrik, Mayoritas PLTU

0
357

Seputarenergi – Pemerintah Indonesia berambisi untuk meningkatkan kapasitas pembangkit listrik hingga sekitar 40,6 ribu megawatt (MW) dalam kurun waktu 2021 hingga 2030. Hal ini termaktub dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2021-2030 yang disusun oleh Perusahaan Listrik Negara (PLN).

RUPTL tersebut mencakup penambahan kapasitas pembangkit listrik dari berbagai sektor, termasuk PLN, swasta/independent power producer (IPP), serta kerja sama PLN dengan pihak lain. Salah satu sektor dengan peningkatan kapasitas paling besar adalah pembangkit listrik tenaga uap (PLTU).

Hingga akhir 2020, kapasitas terpasang PLTU di Indonesia telah mencapai 31,7 ribu MW. Namun, dalam dekade berikutnya, diperkirakan kapasitas PLTU akan bertambah sekitar 13,8 ribu MW, sehingga mencapai total 45 ribu MW pada tahun 2030, setara dengan 44% dari total kapasitas pembangkit listrik nasional.

Selain PLTU, pembangkit listrik tenaga gas/gas uap/mesin gas (PLTG/GU/MG) juga memiliki kontribusi signifikan dalam peningkatan kapasitas pembangkit listrik. Hingga 2020, kapasitas terpasang PLTG/GU/MG sekitar 18,4 ribu MW. Proyeksi hingga 2030 menunjukkan penambahan sekitar 5,8 ribu MW, sehingga totalnya mencapai 24 ribu MW, setara dengan 23% dari total kapasitas pembangkit listrik nasional.

Sementara itu, peningkatan kapasitas terbesar dalam sektor pembangkit energi baru terbarukan (EBT) terletak pada pembangkit listrik tenaga air/mikrohidro/pumped storage (PLTA/M/PS). Proyeksi menunjukkan penambahan kapasitas sekitar 10,4 ribu MW dalam dekade mendatang, sehingga totalnya mencapai 15,6 ribu MW pada tahun 2030, setara dengan 15% dari total kapasitas pembangkit listrik nasional.

Sedangkan rencana peningkatan kapasitas untuk pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP), pembangkit listrik tenaga surya (PLTS), pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD), pembangkit EBT lain, dan EBT base jauh lebih kecil dibandingkan dengan PLTU, PLTG/GU/MG, dan PLTA/M/PS.

Pembangkit EBT lain mencakup berbagai teknologi seperti pembangkit listrik tenaga angin, laut, biomassa, biogas, bahan bakar nabati, sampah, fuel cell, dan lainnya. Sementara itu, EBT base adalah kombinasi antara pembangkit listrik EBT dengan gas bumi.

Rencana peningkatan kapasitas ini sejalan dengan komitmen Indonesia untuk mengembangkan sumber energi yang lebih bersih dan berkelanjutan guna mendukung kebutuhan energi yang terus meningkat. Dengan peningkatan kapasitas pembangkit listrik ini, diharapkan dapat memenuhi kebutuhan listrik yang semakin besar sambil tetap memperhatikan dampak lingkungan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here