Pertamina dan BGN Ubah Minyak Jelantah Program MBG Jadi Bahan Bakar Pesawat, Dorong Ketahanan Pangan dan Energi

0
6
Bahan Bakar Pesawat

JAKARTA — PT Pertamina (Persero) bersama Badan Gizi Nasional (BGN) resmi menjalin kerja sama strategis untuk mengembangkan ekosistem energi berkelanjutan berbasis limbah domestik. Melalui kolaborasi ini, minyak jelantah dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) akan dikumpulkan dan diolah menjadi bahan bakar pesawat ramah lingkungan atau Sustainable Aviation Fuel (SAF).

Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman antara Direktur Utama Pertamina Simon Aloysius Mantiri dan Kepala Badan Gizi Nasional Dadan Hindayana di Grha Pertamina, Jakarta, Kamis (7/5/2026).

Minyak Jelantah Jadi Sumber Energi Baru

Direktur Utama Pertamina, Simon Aloysius Mantiri, mengatakan sinergi Pertamina dan BGN bukan sekadar kerja sama biasa, melainkan pertemuan dua mandat strategis bangsa, yakni pangan dan energi.

Menurut Simon, kerja sama ini sejalan dengan Misi ke-2 Asta Cita yang mendorong kemandirian pangan dan energi secara simultan.

“Hari ini kita melihat bagaimana dua sektor tersebut tidak berjalan sendiri-sendiri, tetapi saling menguatkan dalam satu ekosistem yang terintegrasi,” ujar Simon.

Ia menjelaskan, minyak jelantah dari puluhan ribu SPPG di seluruh Indonesia akan dikumpulkan sebagai bahan baku energi rendah karbon. Limbah yang sebelumnya dianggap tidak bernilai kini diubah menjadi sumber daya strategis.

“Kita jadikan limbah sebagai sumber daya. Kita jadikan masalah sebagai solusi. Inilah esensi dari circular economy,” tambah Simon.

Dukung Program Makan Bergizi Gratis

Kepala BGN, Dadan Hindayana, menyampaikan bahwa Program MBG merupakan salah satu program makan bergizi terbesar di dunia dengan sekitar 61,99 juta penerima manfaat.

Menurutnya, program ini tidak hanya berfokus pada penyediaan makanan bergizi, tetapi juga menjadi investasi besar bagi masa depan bangsa.

“Program ini bukan hanya soal makan bergizi gratis, tetapi merupakan investasi besar untuk masa depan bangsa, membangun generasi unggul, memperkuat ekonomi rakyat, dan menciptakan Indonesia yang lebih sehat, mandiri, dan sejahtera,” ujar Dadan.

Pertamina Patra Niaga Kelola Pengumpulan UCO

Implementasi pengumpulan minyak jelantah atau Used Cooking Oil (UCO) akan dijalankan oleh Pertamina Patra Niaga melalui mesin UCollect. Minyak jelantah yang terkumpul akan dimanfaatkan sebagai bahan baku produksi SAF, Hydrotreated Vegetable Oil (HVO), dan biogasoline.

Direktur Transformasi dan Keberlanjutan Bisnis Pertamina, Agung Wicaksono, mengatakan kolaborasi ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang Pertamina dalam memperkuat bisnis rendah karbon.

“Kolaborasi strategis ini menjadi langkah Pertamina dalam memperkuat portofolio bisnis rendah karbon melalui pemanfaatan limbah domestik sebagai sumber energi masa depan,” ujar Agung.

Menurut Agung, UCO merupakan salah satu bahan baku paling efisien untuk menghasilkan SAF dan HVO karena memiliki profil emisi siklus hidup yang rendah.

Target SAF 1–5 Persen pada 2030

Pertamina menargetkan pencampuran SAF secara bertahap mulai dari 1 persen hingga 5 persen pada 2030 sesuai amanat pemerintah melalui Kepmen ESDM Nomor 113 Tahun 2026.

Agung menegaskan, pengembangan SAF berbasis minyak jelantah menjadi penting untuk mendukung dekarbonisasi sektor penerbangan sekaligus memenuhi standar keberlanjutan global.

“Mengapa Pertamina sangat membutuhkan UCO, jawabannya jelas, demi keberlanjutan bisnis dan kepatuhan terhadap standar dekarbonisasi global,” katanya.

Perkuat Ketahanan Pangan, Energi, dan Hilirisasi

Kolaborasi Pertamina dan BGN ini mendukung tiga agenda strategis nasional, yaitu ketahanan pangan, ketahanan energi, dan hilirisasi industri.

Melalui pemanfaatan minyak jelantah dari ekosistem MBG, pemerintah dan Pertamina berharap tercipta rantai nilai baru yang tidak hanya mengurangi limbah domestik, tetapi juga memperkuat kemandirian energi nasional.

Dengan pendekatan ekonomi sirkular, minyak jelantah yang sebelumnya berpotensi mencemari lingkungan kini dapat diolah menjadi energi bersih bernilai tinggi.

Kerja sama ini sekaligus memperkuat komitmen Pertamina dalam mendukung target Net Zero Emission 2060 serta pengembangan energi baru terbarukan berbasis sumber daya domestik.

Kata kunci SEO: Pertamina BGN minyak jelantah, Program Makan Bergizi Gratis, SAF Pertamina, bioavtur minyak jelantah, UCO Pertamina, energi berkelanjutan, ketahanan pangan dan energi, Net Zero Emission 2060.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here