Amankan Stok Nasional 2026, Pertamina Sukses Bawa Pulang 1 Juta Barel Minyak dari Aljazair

0
158

PT Pertamina (Persero) kembali memperkuat ketahanan energi nasional dengan merealisasikan pengiriman 1 juta barel minyak mentah dari Aljazair, Afrika Utara, ke Indonesia. Pengiriman tersebut ditandai dengan bersandarnya kapal tanker MT Spyros di perairan selatan Cilacap.

Minyak mentah tersebut berasal dari Wilayah Kerja Migas yang dikelola Pertamina Internasional Eksplorasi & Produksi (PIEP), subholding upstream Pertamina yang beroperasi di Aljazair. Pengapalan ini menjadi bukti kinerja operasional PIEP dalam menghadapi tantangan teknis dan logistik di wilayah Afrika Utara.

Kapal MT Spyros menempuh pelayaran laut lebih dari satu bulan sejak berangkat pada 24 Desember 2025. Saat bersandar di Cilacap, kapal terhubung langsung dengan Control Room Refinery Unit (RU) IV Cilacap untuk memastikan proses bongkar muat berjalan aman, terpantau, dan terintegrasi.

Proses penerimaan kargo perdana ini disaksikan secara serentak dari tiga lokasi, yakni Grha Pertamina Jakarta, Control Room RU IV Cilacap, serta lokasi operasional Pertamina di Aljazair.

Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Simon Aloysius Mantiri, menyampaikan bahwa pengiriman minyak mentah ini menandai babak baru operasi Pertamina di Afrika Utara setelah perpanjangan Kontrak Bagi Hasil Produksi Blok 405A yang menjamin kelangsungan operasi hingga 25 tahun ke depan.

“Bersandarnya kapal yang telah mengarungi samudra selama lebih dari sebulan ini menjadi simbol harapan bagi visi ketahanan energi nasional. Ini merupakan wujud nyata amanah Asta Cita Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto,” ujar Simon.

Ia menekankan bahwa keberhasilan pengapalan ini merupakan hasil sinergi antarentitas Pertamina, mulai dari Pertamina Internasional EP sebagai produsen, Pertamina International Shipping sebagai pelaksana pengapalan, hingga Kilang Pertamina Internasional sebagai pengelola kilang dalam negeri.

“Sinergi ini memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok energi global dan menunjukkan bahwa Indonesia mampu berdiri di atas kaki sendiri,” tambahnya.

Sementara itu, Komisaris Utama PT Pertamina (Persero), Mochamad Iriawan, menyampaikan apresiasi kepada seluruh Perwira Pertamina yang terlibat dalam keberhasilan pengiriman minyak mentah dari Aljazair ke Indonesia.

“Seluruh jajaran komisaris akan terus mengawal proses ini hingga minyak mentah tersebut diolah menjadi produk bernilai tambah bagi masyarakat Indonesia,” ujarnya.

Iriawan juga mengingatkan pentingnya menjaga produktivitas dan mematuhi prinsip Health, Safety, Security, and Environment (HSSE) sebagai budaya kerja Pertamina.

Sebagai perusahaan pemimpin transisi energi, Pertamina menegaskan komitmennya mendukung target Net Zero Emission 2060 serta pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Komitmen tersebut dijalankan melalui transformasi bisnis berkelanjutan dengan penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) di seluruh lini usaha.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here