Pertamina Jamin Ketersediaan Energi di Masa Pandemi

0
213

Pertamina (Persero) tetap menjamin ketersediaan Bahan Bakar Minyak (BBM), elpiji, serta gas bumi hingga ke seluruh pelosok negeri di tengah pandemi.

Untuk menjamin hal tersebut, Pertamina tetap mengoperasikan aktivitas hulu migas sampai hilir dan distribusi, bersama-sama dengan 1,2 juta orang tenaga kerja baik dari Pertamina, mitra bisnis di seluruh ekosistem bisnis proses Pertamina. Perseroan pun berusaha untuk tidak melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK), di saat perusahaan lain melakukan PHK besar-besaran.

Selain itu Pertamina juga tetap menjalankan proyek-proyek strategis yang menyerap ribuan tenaga kerja, seperti di proyek pengembangan kilang existing refinery development program (RDMP) dan pembangunan kilang barugrass root refinery (GRR), serta proyek infrastruktur hulu dan hilir lainnya untuk membangun ketahanan dan kemandirian energi nasional.

Vice President of Corporate Communication Pertamina Fajriyah Usman menjelaskan saat pandemi, lebih dari 7.000 Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di seluruh Indonesia tetap beroperasi dengan lebih dari 10 ribu unit mobil tangki berikut awak mobil yang bertugas mendistribusikan BBM.

Terdapat hampir 40 ribu mitra bisnis ritel LPG (agen dan sub agen) dengan lebih dari 180 ribu outlet pangkalan. Angka ini bahkan di luar dari 1,2 juta estimasi pengecer BBM dan LPG yang dijalankan masyarakat.

“Pertamina berkomitmen mengutamakan operasional bisnis terus berjalan untuk membantu bergulirnya roda perekonomian masyarakat, termasuk mitra bisnis BBM dan LPG di seluruh Indonesia,” ujar Fajriyah dalam keterangan resmi, Kamis, 3 September 2020.

Fajriyah menambahkan sesuai dengan UU Nomor 30 Tahun 2007 tentang Energi, dalam kondisi  apapun, Pertamina akan tetap melayani energi sampai ke seluruh pelosok negeri, termasuk dalam kondisi covid-19 yang berdampak signifikan terhadap kinerja perusahaan.

“Pertamina tetap konsisten menyediakan energi yang terjangkau di seluruh pelosok negeri, termasuk BBM Satu Harga dan Pertashop, agar roda bisnis tetap berjalan, meskipun secara bisnis Pertamina harus menghadapi tantangan demand yang turun tajam,” pungkas Fajriyah. 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here