Permintaan Tinggi, Harga Batu Bara Termal Melonjak

0
484

Komoditas utama yang paling tidak disu­kai di dunia sedang membara lagi. Dalam dua bulan terakhir, harga batu bara termal yang di­gunakan untuk menghasilkan listrik di Pembangkit Listrik Tenaga Uap, telah melonjak karena meningkatnya permin­taan dari konsumen utama di Tiongkok, India, Korea Selatan, dan Jepang.

Menurut penilaian harga dari Argus, sejak awal Novem­ber, batu bara Australia yang berenergi tinggi, telah naik 45 persen menjadi 80 dollar AS per ton, sementara komoditas serupa dari Afrika Selatan naik 65 persen menjadi sekitar 100 dollar AS per ton.

Reli harga itu melegakan bagi produsen besar bahan bakar fosil Australia, seper­ti Glencore, setelah komo­ditas ini diperdagangkan di bawah 50 dollar AS per ton pada kuartal kedua dan keti­ga, karena penurunan aktivi­tas industri yang disebabkan oleh penguncian pandemi Covid-19.

Pedagang mengatakan be­berapa faktor berperan da­lam kenaikan harga tersebut. Pertama, ketatnya pasar batu bara termal seaborne. Tahun ini, sekitar 25 juta ton produksi Kolombia terkena pembatasan sebagai tanggapan terhadap harga yang lemah, dan tidak ada pasokan baru yang me­ngalir karena bank dan inves­tor menolak untuk membiayai tambang baru.

Pada saat yang sama, per­mintaan di Asia mulai mening­kat karena pemulihan eko­nomi kawasan dan baru-baru ini musim dingin melanda ka­wasan itu.

Beralih ke Indonesia

Sedangkan di Tiongkok, produksi dalam negerinya be­lum mampu mengimbangi pa­sokan sehingga harga melon­jak, mendorong krisis pasokan dan pencarian batu bara im­por. Namun, hal itu diperumit oleh larangan tidak resmi atas batu bara Australia karena per­selisihan diplomatik.

Akibatnya, pembeli Tiong­kok beralih ke produsen di Indonesia, Russia, dan bah­kan Afrika Selatan yang belum pernah mereka impor sejak 2016 karena ketidakmurnian kadarnya.

Pedagang memperkirakan sekitar satu juta ton batu bara Afrika Selatan saat ini sedang dalam perjalanan ke Tiongkok, dengan kemungkinan lebih ba­nyak lagi yang akan menyusul.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here