Indef Dorong Pemerintah Kembangkan Energi Alternatif Agar Defisit Terjaga

0
227

Mengingat kebijakan energy yang turut mendukung ketahanan cadangan devisa, diharapkan pemerintah dapat segera menerapkan kebijakan terkait energy alternative yang terintegrasi dan konsisten.

Ucok Pulungan dari Ekonom Institute for Development of Economics and Finaance (Indef) mengatakan bahwa energi alternatif lain dimaksud selain gas seperti energi angin maupun air.

Ucok mengingatkan, walupun terdapat banyak program, namun apabila dilihat berdasarkan dampak dan juga penggunaan masih terbilang minim.

“Misal, sebenarnya pembangkit listrik tenaga bayu sudah dikembangkan di Sulsel. Tinggal diperbanyak. Program energi alternatif lain udah ada, karena itu jangan lagi menjadi wacana saja,” ujar Ucok di Jakarta, (6/4)

Selain itu, ucok juga mengingatkan, pelemahan nilai tukar Rupiah selain dampak kebijakan impor BBM tinggi juga karena kebijakan di sektor rill.

Misalnya ekspor yang rendah lalu kebergantungan pada jasa asing dan aliran modal ke negara lain dari pendapatan investasi.

Sementara dari sisi moneter, BI sudah cukup baik mengawal rupiah. Jadi, kalau sektor rillnya tidak beres, rupiah akan terdepresisi. Alhasil, perlu kebijakan yang berjalan bersamaan.

“Dalam kaitannya dengan BBM, maka terkait dengan impor. Namun pemerintah sudah berupaya dengan penggunaan B20. Sedikit banyak sudah terlihat dari penurunan volume impor BBM sepanjang 2019,” ucapnya.

Harga BBM murah dengan subsidi, juga bisa membuat program energi alternatif selain fosil bisa menjadi lambat. Memang, ada tendensi kalau harga BBM murah, insentif untuk mengembangkan energi alternatif jadi tidak menarik. “Itu yang selama ini terjadi. Tapi, saat harga BBM naik, baru kita panik,” ucap Uchok.

Ucok menilai, dalam penentuan harga BBM, perlu mempertimbangkan berbagai aspek termasuk pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar.

Memang, ada koreksi harga nilai tukar dan juga penurunan harga minyak, tetapi harus tetap hati-hati dalam mengambil kebijakan harga BBM.

Ucok mengingatkan, saat ini lebih penting mendorong daya beli masyarakat tetap terjaga agar ekonomi lebih berputar, konsumsi rumah tangga tidak anjlok. Caranya, menekan inflasi pangan lewat operasi pasar di daerah, juga memastikan pendapatan masyarakat terjaga.

Sumber: Merdeka.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here