Harga BBM Non Subsidi Naik, Ekonom UGM: Wajar Ikuti Harga Minyak Dunia

0
2
Harga BBM Non Subsidi
Harga BBM Non Subsidi

Pengamat ekonomi energi Universitas Gadjah Mada (UGM), Fahmy Radhi, menilai kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi untuk kedua kalinya merupakan langkah yang tidak terhindarkan di tengah fluktuasi harga minyak dunia.

Menurut Fahmy, harga BBM nonsubsidi memang mengikuti mekanisme pasar. Karena itu, ketika harga minyak mentah internasional mengalami kenaikan, penyesuaian harga di dalam negeri menjadi hal yang wajar.

“Pada saat harga minyak dunia naik, maka ya dia akan menaikkan. Pada saat turun, dia akan diturunkan,” ujar Fahmy, Rabu (6/5/2026).

Kenaikan Dinilai Masih Wajar

Fahmy menjelaskan, pemerintah sebelumnya sempat berupaya menahan kenaikan harga BBM nonsubsidi. Namun, tekanan harga minyak global membuat penyesuaian akhirnya perlu dilakukan untuk menjaga keseimbangan beban operasional.

Ia menilai kenaikan harga BBM nonsubsidi yang terjadi untuk kedua kalinya masih dapat dimaklumi karena sesuai dengan kondisi pasar energi global.

Bahkan, Fahmy tidak menutup kemungkinan adanya penyesuaian harga kembali jika harga minyak dunia terus bergerak naik.

“Mungkin nanti akan ada ketiga kalinya juga. Itu saya kira masih wajar sesuai dengan mekanisme harga pasar,” katanya.

Dampak ke Inflasi Dinilai Terbatas

Meski harga BBM nonsubsidi naik, Fahmy menilai dampaknya terhadap inflasi nasional tidak akan terlalu besar. Hal ini karena pengguna BBM nonsubsidi relatif lebih terbatas dibandingkan pengguna BBM subsidi.

Menurutnya, tiga jenis BBM nonsubsidi yang mengalami kenaikan, yaitu Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex, memiliki pangsa konsumen yang tidak sebesar Pertalite maupun solar subsidi.

“Kalau memengaruhi inflasi, tidak terlalu signifikan karena jumlah pangsa konsumen dari ketiga BBM tersebut tidak terlalu besar, sehingga tidak menyulut inflasi,” jelasnya.

BBM Subsidi Tetap Jadi Kunci Stabilitas

Kenaikan BBM nonsubsidi dinilai berbeda dengan BBM subsidi. Jika BBM subsidi seperti Pertalite dan solar naik, dampaknya bisa lebih luas karena langsung menyentuh masyarakat kecil, transportasi publik, dan distribusi kebutuhan pokok.

Karena itu, kebijakan menahan harga BBM subsidi tetap menjadi faktor penting dalam menjaga daya beli masyarakat dan mengendalikan inflasi.

Mengikuti Mekanisme Pasar

Sebelumnya, Pertamina kembali menyesuaikan harga tiga produk BBM nonsubsidi, yakni Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex. Penyesuaian tersebut dilakukan seiring perkembangan harga minyak mentah dunia dan kondisi pasar energi global.

Dengan kebijakan ini, harga BBM nonsubsidi tetap mengikuti mekanisme pasar, sementara BBM subsidi tetap dijaga pemerintah untuk melindungi masyarakat luas.

Kata kunci SEO: BBM nonsubsidi naik, harga Pertamax Turbo terbaru, Dexlite naik, Pertamina Dex naik, Fahmy Radhi UGM, harga minyak dunia, dampak BBM ke inflasi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here